Kemenag Kenang Suryadharma Ali sebagai Sosok Pembawa Kebaikan, Pemimpin yang Dekat dengan Masyarakat

Jakarta, 31 Juli 2025 — Kabar duka datang dari keluarga besar Kementerian Agama. Mantan Menteri Agama RI, H. Surya Dharma Ali, tutup usia pada Kamis (31/7) pukul 04.18 WIB di Rumah Sakit Mayapada, Jakarta. Meninggal dalam usia 69 tahun, almarhum dikenang sebagai sosok pembawa kebaikan yang mengabdikan hidupnya untuk bangsa, umat, dan kemanusiaan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir melayat langsung ke rumah duka di kawasan Bekasi, Jawa Barat. Dalam keterangannya, Menag Nasaruddin menyampaikan bahwa almarhum adalah pemimpin yang banyak berjasa dalam pengembangan kehidupan keagamaan di Indonesia. “Beliau adalah pribadi yang teduh, yang selalu berupaya menghadirkan kedamaian di tengah keberagaman umat,” ujar Menag.

 

Surya Dharma Ali dikenal sebagai figur yang dekat dengan rakyat, terutama para guru madrasah dan tokoh pendidikan Islam. Ia pernah menggagas berbagai program penguatan madrasah dan peningkatan kesejahteraan guru agama. “Kami kehilangan tokoh yang bukan hanya birokrat, tapi juga pengayom,” ungkap salah satu guru senior MAN 2 Jakarta yang turut hadir di rumah duka.

Sempat direncanakan untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, keluarga akhirnya memutuskan agar almarhum dikebumikan di TPU Al-Azhar Memorial Garden, Karawang, Jawa Barat, Selasa siang. Keputusan ini diambil atas dasar permintaan keluarga agar prosesi pemakaman berjalan lebih khidmat dan dekat dengan keluarga.

Berita kepergian almarhum mendapat respons luas, termasuk dari kalangan kepala sekolah dan yayasan pendidikan. Mereka mengenang kiprah Suryadharma Ali sebagai pejabat publik yang tak segan turun langsung ke sekolah-sekolah keagamaan dan berdialog dengan para guru.

“Pak Surya sangat mendukung pendidikan yang berbasis nilai. Ia percaya pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tapi juga soal moral dan integritas,” ucap salah satu kepala madrasah di Bekasi yang pernah menerima kunjungan almarhum pada 2012.

Kepergian beliau menjadi momen reflektif bagi seluruh tenaga pendidik di Indonesia, khususnya para kepala sekolah, guru, dan staf sekolah untuk terus menghadirkan kebaikan dalam pengabdian mereka. Sosok Suryadharma Ali mengingatkan bahwa setiap langkah kecil dalam dunia pendidikan bisa menjadi warisan kebaikan yang abadi.

Sebagai bagian dari semangat perubahan yang almarhum perjuangkan, dunia pendidikan kini memasuki era digital yang menuntut keterbukaan dan efisiensi. Kepala sekolah dan yayasan dapat memanfaatkan berbagai solusi seperti sistem informasi sekolah, manajemen sekolah digital, aplikasi sekolah terintegrasi, serta administrasi sekolah online dan software sekolah 4.0 untuk mendukung kemajuan pendidikan. Program sekolah gratis juga menjadi langkah nyata agar akses pendidikan semakin merata.