Website kAmadeva
Halaman Depan - News and Articles

News and Articles


SISKO adalah Program Komputer berupa Software Sistem Informasi Manajemen Sekolah berbasis web yang dapat di coba secara online dan detail informasinya dapat di download disini, sebagai solusi Administrasi Terpadu untuk Sekolah, yang mencakup berbagai modul terintegrasi dan bersifat Multiuser sehingga Software Sekolah SISKO dapat diakses oleh semua Siswa, Guru dan Karyawan di sekolah.


Daerah Pelosok Semangat Kurangi Angka Putus Sekolah Mar 21, 2013 +04:32:33
##Program kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Bank Dunia yang bertajuk Basic Education Capacity Trust Fund (BEC-TF)

JAKARTA, KOMPAS.com - Program kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Bank Dunia yang bertajuk Basic Education Capacity Trust Fund (BEC-TF) ini mendorong semangat pemerintah daerah di pelosok untuk mengurangi angka anak putus sekolah. Sejumlah kabupaten/kota, seperti Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat dan Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah, bertekad melanjutkan upaya tersebut karena memperoleh pencerahan dari program ini.

Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Yohanes Piterson, mengatakan bahwa pihaknya belajar untuk aktif menggunakan data yang masuk dari sekolah-sekolah di kabupaten tersebut, salah satunya data mengenai anak-anak yang putus sekolah.

"Selama ini kami hanya menerima dan mengumpul data saja. Tidak tahu tindak lanjutnya mau bagaimana. Tapi dari program ini ada pencerahan," kata Piterson saat diskusi di Crowne Plaza Ballroom, Jakarta, Rabu (20/3/2013).

Dari program ini, pihaknya mulai tergerak untuk mengajak serta masyarakat dalam memeriksa data di lapangan untuk menjamin kepastian dari anak-anak usia sekolah mendapat layanan pendidikan yang optimal. Dengan mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi, data yang berasal dari sekolah tersebut dapat ditelusuri.

"Dari info masyarakat tersebut, kami tahu rumah si anak sehingga bisa sekaligus mengetahui kenapa putus sekolah," jelas Piterson.

Upaya pemerintah kabupaten ini ternyata diapresiasi juga oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono sehingga beberapa waktu lalu diresmikan Gerakan Pengembalian Anak Sekolah yang akan berdampak pada penerapan program Wajib Belajar 12 tahun.

"Resmi sudah ada gerakannya. Sampai 2012 lalu, kami berhasil mengembalikan 2.016 anak untuk bersekolah. Harapannya gerakan ini bisa diikuti oleh kota lain," ungkap Piterson.

Tidak jauh berbeda, Manajer BOS Kota Waringin Timur, Marzuki, juga mengungkapkan bahwa program yang pendanaannya dibiayai Pemerintah Kerajaan Belanda dan Komisi Eropa ini digunakan olehnya sebagai alat untuk mengentaskan anak-anak miskin yang putus sekolah. Dengan demikian, tidak ada cerita siswa putus sekolah karena tidak ada biaya.

"Kami berusaha menyubsidi mereka khususnya untuk transportasi. Karena biaya transportasi di tempat kami sangat mahal mengingat tidak adanya angkutan umum," jelas Marzuki.

"Tidak hanya itu, kami juga beri bantuan seragam lengkap, sepatu dan tas untuk anak-anak tersebut," tandasnya.



(writer : kompas.com)
March 21, 2013 +04:32:33

back....

Berita Lainnya :

Live Support
088806117755 Senin s/d Jumat
08.00 - 17.00
++++++++++
WHATSAPP :
RFE
088806117755
+++++++++
RFBF
Informasi

Dengan mengisikan data dibawah ini, informasi dan link proposal akan di kirimkan ke email Anda